Sari Pediatri
Vol 28, No 1 (2026)

Efektivitas Target Saturasi Oksigen Konservatif dibandingkan Liberal pada Bayi Sakit Kritis dengan Pneumonia Berat yang Menjalani Ventilasi Mekanik Invasif

Irene Yuniar (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Alima Mawar Tasnima (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Subhika Laksmi (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Cristal Audrey (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta)
Muhammad Miqbel (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar belakang. Terapi oksigen merupakan salah satu terapi yang paling sering diberikan pada perawatan intensif anak. Namun, target saturasi oksigen perifer (SpO?) yang optimal pada anak dengan ventilasi mekanik invasif masih belum pasti. Hipoksemia berisiko penghantaran oksigen yang inadekuat, sedangkan hiperoksia dapat menimbulkan stres oksidatif, disfungsi endotel, dan vasokonstriksi. Kami melaporkan seorang bayi sakit kritis dengan pneumonia berat yang memerlukan ventilasi mekanik invasif serta menggunakan telaah bukti terstruktur untuk menentukan target SpO?.Tujuan. Mengetahui durasi organ support, durasi penggunaan ventilasi mekanik invasif, dan mortalitas pada penggunaan target SpO? konservatif (SpO? 88–92%) dibandingkan dengan target SpO? liberal (SpO? >94%).Metode. Penulusuran literatur menggunakan Cochrane Library®, PubMed®, EBSCOhost®, Google Schoolar®, dan ClinicalKey®. Kata kunci yang digunakan adalah “children”, “oxygen saturation”, “critically ill OR mechanical ventilation” dan “mortality OR organ support duration OR mechanical ventilation duration”.Hasil. Dua studi memenuhi kriteria eligibilitas dan valid. Penelitian pertama yang dilakukan pada 2040 subyek di Inggris melaporkan penggunaan ventilasi mekanik invasif pada anak sakit kritis dengan target SpO2 konservatif menunjukkan durasi organ support atau kematian dalam 30 hari pertama yang lebih rendah dibandingkan dengan target SpO2 liberal dengan probability index 0,53 (IK95% 0,5–0,55; p=0,04). Penelitian kedua yang dilakukan pada 119 subyek menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan durasi penggunaan ventilasi mekanik invasif (median difference=0,10, IK95% -1,64–1,64, p=1,0), durasi subyek tidak menggunakan ventilator dalam 30 hari (median difference=0,10, IK95% -1,6–1,6, p=1,0), durasi perawatan di PICU (median difference=1,0, IK95% -0,8–2,9, p=0,29), durasi cardiovascular support (median difference=0, IK95% -0,5–0,5, p=1,0), mortalitas di PICU (risk ratio/RR=0,98, IK95% 0,26–3,72, p=0,97) antara kelompok dengan target SpO2 konservatif dan liberal.Kesimpulan. Pada anak sakit kritis, penggunaan ventilasi mekanik invasif dengan target SpO2 konservatif menunjukkan luaran yang lebih baik dalam parameter durasi organ support hingga 30 hari atau kematian serta durasi penggunaan ventilasi mekanik, dibandingkan dengan target oksigenasi liberal (SpO2 >94%).

Copyrights © 2026