Sari Pediatri
Vol 28, No 1 (2026)

Analisis Kadar Vitamin D pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder: Studi Potong Lintang

Zukmianty Suaib (Departemen Ilmi Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar)
Martira Maddeppungeng (Departemen Ilmi Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar)
Idham Jaya Ganda (Departemen Ilmi Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Latar belakang. Defisiensi vitamin D diduga berhubungan dengan peningkatan risiko Gangguan Spektrum Autisme (ASD) pada anak.Tujuan. Membandingkan kadar vitamin D antara anak dengan ASD dan tanpa ASD.Metode. Penelitian potong lintang ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada September–November 2021. Subjek adalah anak usia 18 bulan–18 tahun yang terbagi dalam dua kelompok: 37 anak dengan ASD (diagnosis berdasarkan kriteria DSM-V, tingkat keparahan dinilai dengan CARS) dan 37 anak tanpa ASD. Kadar 25-hidroksivitamin D (25(OH)D) serum diukur. Analisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Chi-square.Hasil. Kadar median vitamin D pada kelompok ASD (13,93 ng/mL; rentang 0,33–72,26) secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok non-ASD (49,00 ng/mL; rentang 0,27–132) (p<0,001). Proporsi defisiensi vitamin D lebih tinggi pada kelompok ASD (59,5%) dibandingkan non-ASD (10,8%) (p<0,001; OR=13,5; IK95%=3,771–48,329). Anak dengan ASD berat memiliki proporsi defisiensi lebih tinggi (82,6%) dibandingkan ASD ringan-sedang (21,4%) (p<0,001).Kesimpulan. Terdapat asosiasi antara kadar vitamin D yang lebih rendah dengan kejadian ASD pada anak, serta dengan tingkat keparahan ASD. Penelitian ini mendukung pertimbangan pemberian suplementasi vitamin D, tetapi diperlukan studi longitudinal untuk membuktikan hubungan kausal.

Copyrights © 2026