Penelitian ini mengeksplorasi dampak likuiditas dan solvabilitas terhadap pertumbuhan bisnis, dengan profitabilitas sebagai variabel perantara dan alat analisis dalam konteks bisnis. Studi ini berfokus pada Bank BCA, sebuah lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, yang dikenal memiliki salah satu pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara. Dengan memanfaatkan data longitudinal dari tahun 1998 hingga 2023, analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menerapkan analisis jalur untuk menyelidiki hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Melalui analisis data panel, penelitian ini mengkaji hubungan langsung dan tidak langsung antara indikator keuangan utama, seperti Rasio Pinjaman terhadap Simpanan, Rasio Kecukupan Modal, dan Pengembalian atas Aset, serta dampaknya terhadap pertumbuhan perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun manajemen likuiditas, sebagaimana tercermin dalam Rasio Pinjaman terhadap Simpanan, memiliki dampak negatif langsung terhadap pertumbuhan, efek mediasi profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets membantu menetralkan pengaruh negatif tersebut. Sebaliknya, Rasio Kecukupan Modal, yang mewakili stabilitas keuangan, menunjukkan dampak positif langsung terhadap pertumbuhan, yang semakin diperkuat oleh mediasi profitabilitas. Wawasan ini memberikan implikasi penting bagi para pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan di kawasan Asia Tenggara, yang menyoroti perlunya mengoptimalkan interaksi antara likuiditas, kecukupan modal, dan profitabilitas untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di sektor perbankan dan keuangan.
Copyrights © 2026