Kajian ini mengidentifikasi pengaruh profitabilitas aset (ROA), pertumbuhan aset, dan efisiensi biaya (OER) terhadap valuasi pasar perusahaan (PBV), dengan kualitas informasi akuntansi sebagai variabel mediasi. Sampel terdiri atas lima emiten retail BEI periode 2020–2025 (AMRT, MIDI, LPPF, ACES, RALS) dengan 30 unit observasi. Analisis menggunakan regresi berganda dua tahap dan Sobel Test via SPSS. Hasil menunjukkan: (1) ROA berpengaruh positif signifikan terhadap PBV (β = 0,412; p < 0,05); (2) pertumbuhan aset tidak signifikan (β = 0,089; p > 0,05); (3) OER berpengaruh negatif signifikan terhadap PBV (β = −0,318; p < 0,05); (4) ROA meningkatkan kualitas informasi akuntansi; (5) kualitas informasi akuntansi meningkatkan PBV; dan (6) kualitas informasi akuntansi memediasi parsial jalur ROA–PBV dan OER–PBV. Temuan mendukung relevansi Signaling Theory dan Agency Theory dalam menjelaskan pembentukan nilai pasar emiten retail Indonesia pascapandemi.
Copyrights © 2026