Penelitian ini menganalisis prosedur penagihan (billing) pelanggan PT XYZ klaster Household Consumer di PT XYZ pasca-implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC), serta hambatan lapangan dan solusi strategisnya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis pengalaman magang, ditemukan bahwa alur penagihan berjalan ketat berdasarkan linimasa bulanan, dimulai dari pengingat awal (tanggal 6 sampai 14) hingga isolasi layanan otomatis pada tanggal 20. Hambatan utama meliputi teknis desinkronisasi data pasca-migrasi sistem, rendahnya literasi digital masyarakat terhadap notifikasi otomatis, dan penurunan daya beli ekonomi. Mengatasi hal ini, PT XYZ menerapkan strategi Next Best Action berbasis profil risiko melalui pendekatan retensi proaktif berlapis menggunakan WhatsApp Business, telepon (OBC), hingga kunjungan langsung (direct visit). Perusahaan juga menawarkan opsi produk fleksibel seperti perbaikan jaringan, speed refreshment, hingga penurunan paket (downgrade) ke prabayar. Strategi integratif ini terbukti efektif mengubah proses penagihan yang kaku menjadi momentum pelayanan yang berhasil menekan angka kehilangan pelanggan (churn rate).
Copyrights © 2026