Abstrak. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas nasional di Indonesia, terutama di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses sanitasi, rendahnya literasi kesehatan, serta pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal. Permasalahan ini bersifat multidimensional sehingga memerlukan pendekatan komprehensif berbasis komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan model interprofesional berbasis komunitas dalam meningkatkan deteksi dini, pengetahuan ibu, kapasitas kader, serta perubahan perilaku keluarga dalam pencegahan stunting di Desa Bangun Jaya Kecamatan Lainea. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan interprofesional berbasis komunitas dengan desain partisipatif dan aplikatif. Partisipan terdiri dari 45 ibu balita, 52 balita (usia 0-59 bulan), dan 12 kader Posyandu di wilayah pesisir Desa Bangun Jaya Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis untuk mengintegrasikan keilmuan keperawatan, sanitasi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan farmasi. Tahapan kegiatan meliputi: (1) persiapan dan koordinasi; (2) pengkajian terpadu berupa pengukuran antropometri balita menggunakan timbangan dan microtoise yang telah dikalibrasi sesuai standar SKI/SSGI Kemenkes RI, observasi sanitasi lingkungan rumah tangga menggunakan lembar checklist, serta wawancara terstruktur menggunakan kuesioner KAP (Knowledge, Attitude, Practice) yang telah divalidasi; (3) implementasi intervensi berupa edukasi terintegrasi, konseling keluarga, dan pelatihan kader Posyandu; (4) monitoring dan evaluasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa indikator. Pengetahuan ibu meningkat dari 29% (kategori kurang) menjadi 84% (kategori baik), praktik sanitasi rumah tangga dari 28% (kategori kurang baik) menjadi 72% (kategori baik), dan keterampilan kader dalam skrining pertumbuhan dari 15% (kategori kurang terampil) menjadi 76% (kategori terampil). Selain itu, terjadi perubahan perilaku awal pada keluarga, seperti peningkatan praktik cuci tangan pakai sabun pada lima momen kritis, perbaikan pengelolaan air bersih, serta variasi menu berbasis sumber protein laut. Pendekatan interprofesional berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas individu dan keluarga serta mendorong perubahan perilaku kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting. Model ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah dengan karakteristik serupa guna mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026