Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kondisi umum yang dialami oleh neonatus, di mana fototerapi menjadi terapi utama untuk menurunkan kadar bilirubin. Meskipun efektif, fototerapi sering kali disertai dengan efek samping seperti dehidrasi, ruam kulit, gangguan tidur, hipotermia, dan iritabilitas, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas intervensi pendukung keperawatan dalam menurunkan efek samping fototerapi pada bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia, berdasarkan bukti ilmiah lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan desain kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah 13 artikel ilmiah primer dari berbagai database internasional dengan protokol seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hasil sintesis tematik menunjukkan bahwa intervensi seperti manajemen hidrasi, pengaturan posisi tubuh, kontrol suhu lingkungan, pijat bayi, refleksologi kaki, serta edukasi menyusui efektif dalam mencegah dan mengurangi efek samping fototerapi, sekaligus mempercepat penurunan kadar bilirubin. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perawat dalam pemberian perawatan suportif yang terstruktur dan berbasis bukti selama pelaksanaan fototerapi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat landasan praktik keperawatan neonatal, serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan pedoman intervensi klinis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan neonatus yang menjalani fototerapi.
Copyrights © 2026