Latar Belakang: Nyeri akut pascaoperasi fraktur merupakan masalah klinis yang dapat menghambat mobilisasi, mengganggu kualitas tidur, meningkatkan kecemasan, memperpanjang masa rawat, dan memengaruhi pemulihan pasien. Intervensi keperawatan nonfarmakologis bisa digunakan sebagai strategi adjuvan dalam manajemen nyeri, tetapi bukti pada konteks fraktur ortopedi masih tersebar dan bervariasi. Tujuan: untuk memetakan bukti mengenai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk manajemen nyeri akut pascaoperasi fraktur ortopedi di rumah sakit. Metode: Review ini disusun berdasarkan kerangka Population, Concept, dan Context (PCC) dan dilaporkan mengikuti PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE dan Scopus tanpa pembatasan tahun publikasi. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diekstraksi menggunakan formulir charting terstruktur. Sintesis dilakukan melalui descriptive numerical summary, evidence mapping, dan narrative synthesis. Hasil: Sebanyak 68 records diidentifikasi, 15 duplikasi dihapus, dan 53 records diseleksi. Delapan randomized controlled trials memenuhi kriteria inklusi. Intervensi yang terpetakan dikelompokkan menjadi lima kategori: sensory and distraction interventions, traditional and complementary medicine, mind-body and relaxation interventions, manual therapy, dan multimodal nursing care. Kesimpulan: Intervensi keperawatan secara nonfarmakologis berpotensi mendukung manajemen nyeri pascaoperasi fraktur ortopedi.
Copyrights © 2026