Latar Belakang: Periode awal memasuki perguruan tinggi merupakan fase transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan dalam aspek akademik maupun sosial. Mahasiswa tingkat pertama dituntut untuk dapat beradaptasi dan membiasakan diri dengan proses pembelajaran yang baru, mengelola waktu secara mandiri, memenuhi tuntutan akademik yang lebih tinggi, serta membangun relasi sosial di lingkungan kampus. Ketika kemampuan adaptasi yang dimiliki tidak memadai, berbagai tuntutan tersebut dapat menjadi sumber tekanan yang berdampak pada munculnya stres, kecemasan, menurunnya motivasi akademik, bahkan meningkatkan kemungkinan terjadinya kegagalan studi atau putus kuliah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi pada mahasiswa tingkat pertama. Metode: Metode kuantitatif dengan desain deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Sutomo dengan jumlah sampel 99 mahasiswa tingkat pertama dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner resiliensi melalui google form. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan resiliensi pada mahasiswa tingkat pertama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki resiliensi tinggi sebanyak 90 mahasiswa (90,9%) dan sebanyak 9 mahasiswa (9,1%) menunjukkan resiliensi sedang. Kesimpulan: Mahasiswa tingkat pertama memiliki tingkat resiliensi yang baik dengan dominasi kategori tinggi pada seluruh komponen resiliensi. Tetapi masih ada mahasiswa yang memiliki resiliensi kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam beradaptasi di perguruan tinggi sebagai mahasiswa tingkat pertama sudah baik sehingga mampu menghadapi setiap tuntutan secara akademik maupun sosial, tetapi masih ada juga mahasiswa yang memiliki kemampuan adaptasi yang harus ditingkatkan sehingga membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Copyrights © 2026