Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak dan masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan. ISPA dapat menyebabkan peningkatan produksi sekret pada saluran pernapasan sehingga menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Kondisi tersebut ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum sulit dikeluarkan, ronki atau wheezing, peningkatan frekuensi napas, serta gangguan pola napas yang dapat menghambat ventilasi dan menurunkan kenyamanan anak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengatasi masalah tersebut adalah latihan batuk efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil implementasi latihan batuk efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA di Poli Anak RSUD Jailolo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak yang mengalami ISPA dengan diagnosis keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Implementasi dilakukan selama tiga hari melalui identifikasi kemampuan batuk, pemantauan retensi sputum, pemberian posisi semi-Fowler, edukasi dan demonstrasi latihan batuk efektif, serta kolaborasi pemberian terapi sesuai program medis. Hasil implementasi menunjukkan adanya perbaikan bersihan jalan napas pada kedua pasien. Pada pasien 1, batuk menjadi lebih efektif, produksi sputum berkurang, ronki menghilang, frekuensi napas menurun dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit, dan saturasi oksigen meningkat dari 97% menjadi 99%. Pada pasien 2, batuk menjadi lebih efektif, produksi sputum menurun, ronki dan wheezing menghilang, frekuensi napas menurun dari 30 kali/menit menjadi 24 kali/menit, serta saturasi oksigen meningkat dari 96% menjadi 99%. Berdasarkan indikator luaran Bersihan Jalan Napas, masalah keperawatan pada kedua pasien dinyatakan teratasi. Implementasi latihan batuk efektif dapat membantu mempertahankan kepatenan jalan napas, memperbaiki fungsi respirasi, dan meningkatkan kenyamanan anak dengan ISPA sehingga dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri dalam praktik keperawatan. Kata kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Latihan Batuk Efektif, Asuhan Keperawatan.
Copyrights © 2026