Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi literatur guna mengungkap arah pembebasan dan kesesuaian konsep Merdeka Belajar dengan Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire. 1) Kedua konsep ini memiliki kesesuaian dalam hal penggunaan pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran, mengubah struktur pengetahuan menjadi tindakan konkret dan mengembangkan nalar kritis peserta didik. 2) Sedangkan kedua konsep ini memiliki perbedaan pada aspek fokus pengembangan, tujuan, peran guru dan pola pembebasan/konsep kemerdekaan. a) Pedagogi Kritis memberikan perhatian pada wacana pendidikan untuk keadilan dan pembebasan. Sedangkan Merdeka Belajar berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat bersaing di tingkat global; b) Pedagogi Kritis bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terbebas dari segala bentuk penindasan. Sedangkan Merdeka belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri (DUDI) serta meningkatkan hasil belajar peserta didik sesuai profil pelajar Pancasila; c) Pedagogi Kritis menghendaki guru bergerak secara transformatif dan reflektif sebagai pekerja budaya kritis untuk menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik. Sedangkan Merdeka Belajar mengarahkan guru untuk menuntun peserta didik menjadi Pelajar berkarakter Pancasila dan menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. d) Dalam konteks arah pembebasan, pedagogi kritis menghendaki liberasi atau kemerdekaan yang bernuansa politis, yakni terbebas dari segala bentuk penindasan dan perilaku yang sewenang-wenang dari penguasa. Sedangkan Merdeka Belajar menghendaki kemerdekaan yang bersifat ekonomis, yakni agar masyarakat menjadi SDM yang berkualitas, memenuhi kebutuhan DUDI, meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan dalam masyarakat.
Copyrights © 2025