Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) dan kemandirian belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X SMAN 3 Pontianak pada materi barisan aritmatika. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2 menggunakan desain post-test only control group. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen (PBL) dan kelas kontrol (ekspositori) yang dipilih melalui cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan angket kemandirian belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah dalam pengumpulan data, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran, kemandirian belajar, dan interaksinya berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah. Secara khusus hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang diajar dengan model PBL dan Ekspositori; (2) Terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa dengan kemandirian belajar tinggi dan rendah; (3) Pada model PBL, terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi dan rendah, sedangkan pada model Ekspositori tidak terdapat perbedaan; (4) Pada siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, kemampuan pemecahan masalah berbeda antara mereka yang mengikuti pembelajaran PBL dan Ekspositori. Sebaliknya, pada siswa dengan kemandirian belajar rendah, perbedaan tersebut tidak signifikan.
Copyrights © 2026