Kemajuan di bidang teknologi belakangan ini mendorong banyak sektor usaha mulai beralih menggunakan sistem digital, tak terkecuali di ranah pariwisata dan kuliner. Lubana Sengkol merupakan destinasi liburan keluarga di area Sengkol, Tangerang, yang memiliki fasilitas mulai dari restoran, area pancing, wahana outbound, hingga penyewaan saung. Seiring makin ramainya pengunjung, proses reservasi yang selama ini sekadar mengandalkan pesan WhatsApp dan ketikan Excel mulai memicu sejumlah kendala operasional. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain risiko jadwal bentrok (double booking), repotnya melacak status bayar Down Payment (DP), dan data pesanan yang tidak tersimpan di satu tempat. Situasi tersebut membuktikan bahwa Lubana Sengkol butuh sistem baru yang lebih terorganisir untuk menggantikan rutinitas manual. Penelitian ini menerapkan metode observasi, wawancara, serta pengumpulan dokumen untuk memperoleh data, lalu merancang sistemnya memakai diagram UML. Hasil implementasi memperlihatkan bahwa sistem web ini sukses mengubah cara manual menjadi alur yang jauh lebih rapi. Catatan pembayaran DP langsung tersambung ke data pesanan, dan status saung bisa diperbarui secara otomatis. Efisiensi staf meningkat dan potensi salah ketik bisa diminimalisir. Harapannya, riset ini bisa jadi contoh rujukan buat tempat wisata atau kuliner skala menengah lain yang ingin merintis sistem reservasi digital.
Copyrights © 2026