Transformasi digital di era industri 4.0 dan society 5.0 telah mengubah ruang lingkup pekerjaan administratif secara signifikan. Munculnya teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan efisiensi tinggi, namun di sisi lain menuntut kesiapan dan adaptabilitas dari calon tenaga kerja, khususnya mahasiswa Administrasi Perkantoran. Kondisi saat ini sangat erat dengan disrupsi teknologi, yang akan berdampak pada kompetensi sekretaris dan staf administrasi mengalami pergeseran dari tugas rutin manual menuju pengelolaan berbasis digital. Penerimaan teknologi dalam dunia profesional dapat menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi individu yang mampu beradaptasi dengan baik. Namun juga sebaliknya, apabila individu tersebut tidak mampu menerima segala perubahan tentu saja akan menimbulkan berbagai macam kerugian karena tidak disikapi dengan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa program studi Administrasi Perkantoran beradaptasi dengan integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pengerjaan tugas-tugas administratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripti. Pada akhirnya penelitian ini diharapkan dapat mengungkap dengan jelas pola penerimaan, hambatan, serta strategi adaptasi mahasiswa terhadap tools AI.
Copyrights © 2026