Penelitian ini mengkaji pengembangan masyarakat berbasis aset lokal untuk meningkatkan daya saing dan kreativitas ekonomi masyarakat pengrajin blangkon di Kelurahan Serengan, Kota Surakarta. Masalah utama yang diangkat adalah menurunnya permintaan produk blangkon tradisional akibat pengaruh globalisasi, minimnya inovasi desain, pemasaran yang masih konvensional, serta lemahnya regenerasi pengrajin muda, sehingga mengancam keberlanjutan warisan budaya dan kesejahteraan ekonomi komunitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aset lokal yang dimiliki, merancang strategi pemberdayaan berbasis aset, serta menganalisis dampaknya terhadap kreativitas dan daya saing ekonomi. Pendekatan Asset-Based Community Development diintegrasikan dengan nilai-nilai pengembangan masyarakat Islam yang menekankan kemandirian, kerjasama, dan pelestarian warisan budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengandalkan studi literatur, observasi daring, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilisasi aset manusia, sosial, budaya, ekonomi, dan fisik menghasilkan peningkatan pendapatan rata-rata pengrajin sebesar 44,6 persen, munculnya 19 desain baru dalam enam bulan, serta peningkatan penjualan daring hingga 37 persen. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinalitas dengan mengembangkan model pengembangan masyarakat berbasis aset lokal yang menyatukan filosofi budaya Jawa dengan nilai-nilai Islam dalam konteks kerajinan blangkon, yang belum banyak dilakukan pada penelitian sebelumnya. Model ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan kerajinan tradisional lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2026