Mutu pendidikan merupakan indikator penting keberhasilan suatu lembaga pendidikan, termasuk pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lembaga, pembinaan tenaga pendidik, serta pengembangan program yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu pendidikan di KB Adhyaksa XXXIII Gresik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi penelitian terdiri atas kepala sekolah sebagai informan utama dan guru sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, pemanfaatan teknologi, optimalisasi sarana dan prasarana, penguatan kerja sama dengan orang tua, serta pelaksanaan supervisi dan evaluasi secara berkala. Faktor pendukung meliputi kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru, dukungan orang tua, motivasi guru, komunikasi yang efektif, dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan anggaran sekolah, beban administrasi guru, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program pengembangan guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di KB Adhyaksa XXXIII Gresik.
Copyrights © 2026