Academic burnout merupakan kondisi kelelahan psikologis yang dialami mahasiswa akibat akumulasi tekanan akademik yang melampaui kapasitas adaptifnya, ditandai oleh kelelahan emosional, sikap sinisme, dan menurunnya efikasi akademik. Mahasiswa yang mengalami burnout cenderung mencari pelarian melalui media digital, khususnya platform game online seperti Roblox yang menawarkan lingkungan bebas tekanan dan kepuasan instan. Namun, perilaku pelarian ini kerap bergeser menjadi prokrastinasi akademik, yaitu perilaku penundaan kewajiban akademik yang dilakukan secara sengaja meskipun mahasiswa menyadari konsekuensi negatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh academic burnout terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta yang menjadikan game Roblox sebagai media pelarian. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, melibatkan 130 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif FISH UNJ angkatan 2022–2025 yang mengalami gejala academic burnout dan aktif bermain Roblox minimal lima jam per minggu. Data dikumpulkan menggunakan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) dan skala prokrastinasi akademik berdasarkan Ferrari et al., keduanya diukur dengan skala Likert empat poin. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa academic burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik (Y = 19,581 + 0,842X), dengan kontribusi sebesar 58,4% (R² = 0,584) dan nilai thitung = 13,405 > ttabel = 1,9788 (sig. 0,000 < 0,05). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian platform Roblox sebagai sarana pelarian digital yang spesifik, membuktikan bahwa prokrastinasi akademik bukan sekadar kemalasan melainkan strategi coping maladaptif yang diperkuat oleh ekosistem game kontemporer.
Copyrights © 2026