Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui penyediaan makanan tambahan yang kaya protein dan zat gizi mikro. Ikan gabus merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mengandung albumin, sedangkan wortel kaya akan β-karoten sebagai prekursor vitamin A yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima nugget IBUSTEL (ikan gabus dengan penambahan wortel) sebagai alternatif makanan tambahan untuk balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tiga formulasi, yaitu P1 (ikan gabus 300 g : wortel 0 g), P2 (ikan gabus 225 g : wortel 75 g), dan P3 (ikan gabus 150 g : wortel 150 g). Uji daya terima dilakukan terhadap 26 panelis agak terlatih menggunakan metode uji hedonik pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek warna (p=0,000), aroma (p=0,000), tekstur (p=0,001), dan rasa (p=0,002) antar formulasi. Berdasarkan nilai rerata keseluruhan, formulasi P2 memperoleh skor tertinggi (3,68), diikuti P1 (3,56) dan P3 (3,11). Kandungan gizi per porsi formulasi P2 meliputi energi 141,3 kkal, protein 4 g, lemak 8,66 g, dan karbohidrat 16,36 g yang telah memenuhi kebutuhan makanan selingan balita usia 1–3 tahun. Dengan demikian, nugget IBUSTEL formulasi P2 merupakan formulasi terbaik karena memiliki daya terima paling tinggi serta kandungan gizi yang berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting.
Copyrights © 2026