Perencanaan keuangan berbasis Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan aspek krusial dalam pengelolaan keuangan satuan pendidikan yang harus dilaksanakan secara fleksibel, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan sebagaimana diamanatkan dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan keuangan berbasis dana BOS pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Jawa Tengah serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review) terhadap lima artikel penelitian terdahulu yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu membahas pengelolaan atau perencanaan dana BOS pada jenjang SMP maupun madrasah setingkat. Kelima artikel tersebut dibaca, diringkas, dan dibandingkan untuk menarik kesimpulan secara menyeluruh. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan keuangan berbasis dana BOS secara umum telah berjalan sesuai ketentuan normatif, namun masih menghadapi tiga hambatan utama, yaitu terbatasnya kompetensi sumber daya manusia pengelola dalam mengoperasikan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), keterlambatan pencairan dana yang mengganggu penyusunan anggaran, serta belum optimalnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dan kebutuhan nyata sekolah menjadi dampak yang paling sering ditemukan. Penguatan kompetensi bendahara dan operator ARKAS melalui pelatihan berkelanjutan, serta peningkatan keterlibatan komite sekolah, menjadi rekomendasi utama penelitian ini.
Copyrights © 2026