Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, pelaku UMKM perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan akses terhadap kebijakan publik, permodalan, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan yang dapat memengaruhi motivasi dalam mengembangkan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses kebijakan publik, bantuan modal, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha pelaku UMKM perempuan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Sampel penelitian berjumlah 140 pelaku UMKM perempuan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses kebijakan publik, bantuan modal, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Akses kebijakan publik menjadi faktor dengan pengaruh terbesar terhadap motivasi berwirausaha dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,312, diikuti oleh pelatihan kewirausahaan sebesar 0,240, bantuan modal sebesar 0,232, dan jaringan bisnis sebesar 0,175. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,778 menunjukkan bahwa keempat variabel independen mampu menjelaskan 77,8% variasi motivasi berwirausaha pelaku UMKM perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan pemerintah melalui kebijakan yang mudah diakses, penyediaan modal, penguatan jaringan bisnis, dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi serta keberlanjutan usaha perempuan.
Copyrights © 2026