Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor basis, sektor non basis dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) terhadap pertumbuhan ekonomi di 33 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara periode 2021-2024. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) setelah melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil pengolahan data, menunjukan bahwa sektor basis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai thitung (5.784308) > ttabel (1.97867) dan nilai signifikasi (0.0000 < 0,05), sektor non basis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai thitung (37.74795) > ttabel (1.97867) dan nilai signifikasi (0,0000 < 0,05), sedangkan TPAK berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai thitung (0.287419) < ttabel (1.97867) dan nilai signifikasi (0.7743 > 0,05). Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai Fhitung sebesar (634.3939) > Ftabel 2,68 dan nilai signifikansi sebesar (0,000000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 93,55%, sedangkan sisanya sebesar 6,45% dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model. Sektor basis merupakan sektor yang paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara sektor non basis dan TPAK berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026