Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan terhadap emisi CO₂ di Indonesia periode 2000–2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data runtut waktu (time series) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Institute Energy, dengan metode analisis Error Correction Model (ECM) yang mencakup uji stasioneritas, uji kointegrasi, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDB sektor pertambangan dan penggalian tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi CO₂ baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. PDB sektor industri pengolahan tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek, namun berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang. Sementara itu, PDB sektor transportasi dan pergudangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂ baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Secara simultan, ketiga variabel independen terbukti berpengaruh signifikan terhadap emisi CO₂, dengan kemampuan model menjelaskan variasi emisi sebesar 94,14% dalam jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian emisi CO₂ di Indonesia memerlukan kebijakan lintas sektor yang mendorong efisiensi energi, adopsi teknologi bersih, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026