Krisis pengungsi Suriah yang berlangsung sejak 2011 telah memberikan tekanan multidimensional terhadap stabilitas keamanan manusia di kawasan Timur Tengah, khususnya di negara-negara penerima seperti Turki, Lebanon, dan Yordania. Kajian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) ini mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari laporan organisasi internasional, jurnal akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan menggunakan kerangka human security yang mencakup dimensi keamanan ekonomi, kesehatan, dan sosial. Krisis pengungsi terbukti memberikan tekanan pada pasar tenaga kerja dan distribusi sumber daya ekonomi, membebani kapasitas layanan kesehatan, serta memengaruhi dinamika hubungan sosial antara pengungsi dan masyarakat lokal. Dampak-dampak tersebut saling berkaitan dan secara kolektif mencerminkan penurunan stabilitas keamanan manusia di tingkat kawasan. Penanganan krisis ini memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan kerja sama internasional secara berkelanjutan dan efektif guna menjamin perlindungan terhadap individu, baik pengungsi maupun masyarakat lokal di negara penerima.
Copyrights © 2026