Penelitian ini merancang sistem peringatan dini informasi pertanian berbasis digital untuk mendukung pengambilan keputusan petani di Banggae, Tinambung, dan Tapalang, Sulawesi Barat, yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan informasi petani yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses internet, kondisi agroekosistem, serta peran penyuluh pertanian sebagai penghubung informasi. Sistem ini memanfaatkan website dan WhatsApp untuk menyampaikan informasi terkait cuaca, waktu tanam, serangan hama, dan harga pasar yang bersifat dinamis, dengan preferensi diseminasi harian dan mingguan. Analisis data dilakukan menggunakan rule-based system berdasarkan ambang batas tertentu untuk menghasilkan peringatan dini, sementara mekanisme umpan balik dari petani dan penyuluh digunakan untuk meningkatkan akurasi sistem secara berkelanjutan. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat akses informasi, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, mengurangi risiko produksi, dan memperkuat ketahanan usaha tani di wilayah penelitian.
Copyrights © 2026