Kesenjangan metodologis mahasiswa tingkat akhir sering kali dipicu oleh penguasaan materi pengumpulan data yang hanya berhenti pada tingkat kognitif ingatan tanpa kemampuan mentransformasikannya menjadi instrumen lapangan yang aplikatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keterpaduan teknik pengumpulan data berbasis pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran berdasarkan perspektif John W. Creswell melalui panduan simulasi yang kontekstual. Metode penelitian yang digunakan dirancang sebagai kajian teoretis-konseptual yang dikombinasikan dengan pemodelan instruksional berupa cetak biru praktikum mandiri tanpa melibatkan subjek penelitian riil. Skenario contoh dikembangkan menggunakan pendekatan berbasis tiga tipologi karakter mahasiswa generasi Z terkait fenomena Fear of Missing Out dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pengumpulan data merupakan jangkar metodologis utama pembuktian ilmiah yang wajib dikelola melalui tiga tahapan sistematis, yaitu tahap persiapan instrumen dan legalitas, tahap pelaksanaan humanis untuk membangun kedekatan, serta tahap pasca-lapangan berupa pembersihan data dan anonimisasi identitas. Alur simulasi multimode berhasil mengintegrasikan pengukuran numerik skala kecemasan, wawancara mendalam terkait gejala burnout akademik, dan sinkronisasi data campuran. Kesimpulannya, rekonstruksi pengajaran metodologi melalui model simulasi mandiri ini dinilai andal dan efisien untuk melatih kecakapan praktis pengumpulan data sekaligus menjaga mutu ilmiah karya akademis perguruan tinggi.
Copyrights © 2026