Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Desa Wisata Kasongan, Yogyakarta, sebagai salah satu sentra industri gerabah yang berpotensi besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kepatuhan wajib pajak terhadap keberlanjutan usaha dengan akses pembiayaan perbankan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 60 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses pembiayaan perbankan, sedangkan kepatuhan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap akses pembiayaan perbankan maupun keberlanjutan usaha. Akses pembiayaan perbankan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha, yang menunjukkan bahwa ketersediaan modal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha pengrajin. Selain itu, literasi keuangan tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap keberlanjutan usaha, namun memberikan dampak yang lebih optimal melalui peningkatan akses pembiayaan perbankan sebagai variabel mediasi. Nilai R-square sebesar 0,301 menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keuangan, tetapi juga oleh faktor lain seperti inovasi produk, kualitas sumber daya manusia, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar.
Copyrights © 2026