Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemanfaatan teknologi audit dan penerapan etika profesi auditor dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Sukabumi, serta bagaimana integrasi keduanya mendukung terciptanya pengawasan yang transparan dan akuntabel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa wawancara mendalam dan observasi kepada Kepala Inspektorat, empat auditor Inspektorat Kabupaten Sukabumi, dan satu informan pendukung dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta data sekunder berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan dokumen pengelolaan keuangan desa. Analisis data dilakukan mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inspektorat Kabupaten Sukabumi telah memanfaatkan teknologi audit berupa SIMPEDES, SIPEKA, dan Microsoft Excel yang mampu meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses pengawasan, meskipun penerapan Computer Assisted Audit Techniques (CAATs) dan data analytics masih terbatas akibat keterbatasan kompetensi SDM, infrastruktur teknologi, dan anggaran. Penerapan etika profesi auditor dijalankan melalui prinsip integritas, objektivitas, independensi, profesionalisme, dan kerahasiaan informasi yang didukung oleh pakta integritas, sistem rotasi penugasan, dan mekanisme deklarasi konflik kepentingan. Integrasi antara teknologi audit dan etika profesi auditor terbukti berperan penting dalam mendukung pengawasan keuangan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan sejalan dengan prinsip good governance.
Copyrights © 2026