Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum merupakan karya sastra tradisional yang memuat ajaran aguron-guron sebagai sistem pendidikan Hindu yang menekankan hubungan guru (nabe) dan sisya dalam pewarisan nilai keagamaan, etika, dan spiritual. Ajaran tersebut masih hidup dalam kehidupan masyarakat Denkayu Baleran. Penelitian ini mengkaji permasalahan yang ada di masyarakat terkait dengan aktualisasi ajaran aguron-guron, makna ajaran Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum bagi masyarakat Denkayu, serta dampak aktualisasinya terhadap perkembangan kehidupan masyarakat. Teori hermeneutika digunakan untuk menafsirkan makna dan pengaktualisasi ajaran dalam teks babad, sedangkan teori humanistik digunakan untuk menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter dan kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa jenis observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi ajaran aguron-guron dalam Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum masih berlangsung melalui hubungan guru dan sisya, kedudukan griya sebagai pusat spiritual, tradisi mesiwa, nunas baos, serta berbagai aktivitas sosial-keagamaan masyarakat. Makna ajaran yang terkandung dalam babad meliputi nilai guru bhakti, swadharma, satya, pengendalian diri, tanggung jawab, dan pendidikan karakter yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Denkayu Baleran. Aktualisasi ajaran tersebut juga memberikan dampak terhadap pembentukan karakter individu yang religius, disiplin, dan harmonis, menginspirasi terbentuknya lembaga pendidikan nonformal, serta memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat yang tetap menempatkan griya dan Ida Pedanda sebagai guru loka di tengah perkembangan modernisasi.
Copyrights © 2026