Pergeseran pola perilaku harian mahasiswa di era digital memicu peningkatan waktu menetap yang berisiko melemahkan kondisi psikofisik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh gaya hidup sedenter (sedentary lifestyle) terhadap motivasi olahraga mahasiswa. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi diterapkan pada penelitian ini. Sumber data primer diperoleh melalui teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh populasi kelas homogen, yaitu mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Jombang angkatan kelas 2024 dengan jumlah total sebanyak 35 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert yang telah dimodifikasi dari Adolescent Sedentary Activity Questionnaire dan Sport Motivation Scale. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial regresi linear sederhana melalui bantuan perangkat lunak komputer. Hasil pengujian hipotesis membuktikan secara empiris adanya pengaruh negatif yang sangat signifikan dari gaya hidup sedenter terhadap motivasi olahraga mahasiswa (|t-hitung| = 11,413 > t-tabel = 2,034; p = 0,000 < 0,05). Model persamaan fungsional yang dihasilkan adalah Y = 32,842 - 0,935X. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh gaya hidup sedenter terhadap penurunan motivasi olahraga adalah sebesar 79,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor luar lainnya. Kesimpulan akhir riset ini menegaskan bahwa budaya kurang bergerak bertindak sebagai faktor pelemah utama yang merusak kesiapan mental mahasiswa untuk aktif berolahraga mandiri. Oleh karena itu, institusi terkait disarankan merumuskan kebijakan jeda aktivitas fisik secara terstruktur dalam jadwal perkuliahan teori.
Copyrights © 2026