Program Asistensi Mengajar merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan pengalaman mengajar kepada mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah mitra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru terhadap kontribusi mahasiswa Program Asistensi Mengajar MBKM dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MA Islamiyah Syafi'iyah Sumberanyar serta mengidentifikasi berbagai bentuk kontribusi mahasiswa selama pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas satu guru Bahasa Indonesia yang berperan sebagai guru pamong Program Asistensi Mengajar MBKM dengan pengalaman mengajar selama Enam hingga Tujuh tahun. Data dikumpulkan melalui observasi sebanyak satu kali, wawancara mendalam. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang diperdalam melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memberikan persepsi positif terhadap kontribusi mahasiswa dalam membantu penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi, pendampingan peserta didik, pengelolaan kelas, serta pelaksanaan administrasi pembelajaran. Hasil observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif dan variatif, meskipun masih ditemukan kendala pada tahap adaptasi terhadap budaya sekolah dan karakteristik peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan persepsi guru sebagai mitra utama Program Asistensi Mengajar MBKM dalam menilai kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, perspektif yang masih belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Copyrights © 2026