Anemia defisiensi besi pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat. Pertumbuhan membutuhkan lebih banyak zat besi dan menstruasi menyebabkan kehilangan darah. Pencegahan anemia terhambat oleh rendahnya informasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana pendidikan kesehatan meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia defisiensi besi. Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Sebanyak 28 remaja putri memberikan tanggapan. Kuesioner pengetahuan digunakan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang anemia defisiensi besi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan tingkat pengetahuan, dan secara inferensial untuk menguji perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pada tingkat signifikansi 5%. Mayoritas responden (71,4%) berusia 13–14 tahun, mengalami menstruasi (92,9%), dan memiliki pola makan yang tepat (53,6%). Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 73,25 menjadi 94,04 setelah pendidikan. Peringkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi berbeda secara signifikan (p=0,001). Data ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan meningkatkan pemahaman remaja putri tentang asal-usul, gejala, efek, dan pencegahan anemia defisiensi besi. Pendidikan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membantu remaja putri menghindari anemia.
Copyrights © 2026