Meningitis bakterialis yang disertai status epileptikus, pneumonia, dan gagal napas merupakan kondisi kritis yang meningkatkan kebutuhan metabolik serta berisiko menyebabkan malnutrisi pada pasien anak. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan PAGT pada pasien anak dengan status epileptikus akibat meningitis bakterialis disertai pneumonia dan gagal napas yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang meliputi asesmen gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi serta monitoring dan evaluasi. Pasien menjalani skrining gizi menggunakan STRONGkids dan Pediatric Yorkhill Malnutrition Score (PYMS) yang menunjukkan pasien berisiko tinggi malnutrisi. Selanjutnya dilakukan asesmen gizi berdasarkan komponen antropometri, biokimia, fisik klinis, dan riwayat makan (ABCD). Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami underweight, stunted, dan wasted, dengan defisit asupan energi (44,1%), protein (45%), dan karbohidrat (40,9%) dari kebutuhan. Diagnosis gizi meliputi ketidaksesuaian pemberian nutrisi enteral dengan kebutuhan serta peningkatan kebutuhan energi dan protein akibat kondisi hipermetabolik. Kemudian diberikan intervensi gizi selama tujuh hari melalui nutrisi enteral secara bertahap sesuai fase akut dan stabilisasi. Monitoring dan evaluasi meliputi antropometri, biokimia, kondisi klinis, dan asupan gizi. Setelah intervensi, pemenuhan energi meningkat hingga 99,5%, protein 96,0%, lemak 116,9%, dan karbohidrat 91,2% dari kebutuhan. Berat badan tetap stabil, disertai perbaikan beberapa parameter klinis, keseimbangan elektrolit, dan jumlah leukosit selama pemantauan. Penerapan PAGT dengan pemberian nutrisi enteral secara bertahap efektif meningkatkan kecukupan asupan dan mendukung stabilisasi kondisi klinis, sehingga berperan dalam mencegah perburukan status gizi pada pasien anak kritis di PICU.
Copyrights © 2026