Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh leverage dan likuiditas terhadap kinerja keuangan, serta menguji peran financial distress sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor industrials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Assets, leverage dengan Debt to Assets Ratio, likuiditas dengan Current Ratio, dan financial distress dengan Altman Zāā-Score. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan melalui purposive sampling sehingga diperoleh 44 perusahaan dengan 220 observasi selama lima tahun pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis dalam model regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil pemilihan model melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier menunjukkan Fixed Effect Model sebagai model estimasi terbaik. Karena model terindikasi mengalami heteroskedastisitas berdasarkan uji Glejser, estimasi dikoreksi menggunakan White diagonal standard errors and covariance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt to Assets Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets. Financial distress juga tidak terbukti memoderasi pengaruh likuiditas maupun leverage terhadap kinerja keuangan, sehingga keempat hipotesis penelitian dinyatakan ditolak. Meskipun demikian, secara simultan model penelitian ini signifikan dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 72,02%. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kinerja keuangan perusahaan sektor industrials lebih banyak dijelaskan oleh karakteristik spesifik masing-masing perusahaan dibandingkan oleh leverage, likuiditas, dan financial distress secara individual.
Copyrights © 2026