Japanese Steam Bun merupakan produk bakery berbasis adonan fermentasi yang dimatangkan melalui proses pengukusan sehingga memiliki tekstur lembut, elastis, dan kadar air yang tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi, diperlukan inovasi produk yang tidak hanya memiliki karakteristik sensori yang baik tetapi juga memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah penambahan puree wortel (Daucus carota L.) sebagai sumber β-karoten, vitamin, mineral, dan serat pangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel serta mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian pengembangan produk menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui beberapa tahap formulasi dengan penambahan puree wortel sebesar 10%, 20%, dan 30% yang divalidasi oleh 10 panelis ahli terdiri atas dosen dan praktisi industri bakery. Tahap kedua merupakan penelitian eksperimen menggunakan uji organoleptik terhadap 100 panelis yang terdiri atas panelis agak terlatih dan panelis tidak terlatih untuk mengetahui tingkat daya terima konsumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean), median, dan modus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel sebesar 30% menghasilkan karakteristik sensori terbaik berdasarkan aspek warna, pori-pori, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Produk tersebut juga memperoleh tingkat penerimaan konsumen yang baik dengan kategori disukai pada hampir seluruh atribut sensori. Penambahan puree wortel terbukti mampu meningkatkan karakteristik produk sekaligus memberikan nilai tambah gizi tanpa menurunkan kualitas Japanese Steam Bun.
Copyrights © 2026