Proses penjemuran ikan asin sepat secara terbuka rentan terhadap kontaminasi lalat yang dapat menurunkan higienitas dan keamanan pangan. Pengendalian lalat menggunakan insektisida kimia berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas larutan daun kemangi (Ocimum basilicum) sebagai repellent alami pada proses penjemuran ikan asin sepat. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di wilayah Amuntai dengan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol (0%), 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Sampel berupa jumlah lalat yang hinggap pada ikan asin sepat dengan empat kali pengulangan, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan daya tolak tertinggi terdapat pada konsentrasi 12% sebesar 72%, sedangkan terendah pada konsentrasi 4% sebesar 15%. Rata-rata jumlah lalat menurun dari 122 ekor menjadi 35 ekor, dengan perbedaan yang bermakna (p<0,05). Disimpulkan bahwa larutan daun kemangi efektif sebagai repellent alami, dengan konsentrasi 12% paling efektif, sedangkan konsentrasi 10% merupakan konsentrasi paling efisien berdasarkan hasil analisis pengaruh. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi mengenai pemanfaatan larutan daun kemangi sebagai repellent alami. Temuan penelitian dapat menjadi referensi dalam pengendalian lalat pada proses penjemuran ikan asin. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapannya pada jenis pangan dan kondisi lingkungan yang berbeda.
Copyrights © 2026