Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari ditemukan 100 data campur kode yang terdiri atas empat bentuk, yaitu campur kode berwujud kata, frasa, klausa, dan pengulangan kata, sedangkan bentuk idiom tidak ditemukan. Campur kode berwujud kata merupakan bentuk yang paling dominan dengan jumlah 37 data (37%), diikuti campur kode berwujud klausa sebanyak 36 data (36%), campur kode berwujud frasa sebanyak 23 data (23%), dan campur kode berwujud pengulangan kata sebanyak 4 data (4%). Unsur bahasa yang digunakan berasal dari bahasa Inggris, Jawa, Sunda, Arab, Melayu, dan Prancis, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa yang paling dominan. Penggunaan campur kode dalam novel Aroma Karsa berfungsi memperkuat karakterisasi tokoh, menggambarkan latar sosial budaya, serta menampilkan situasi komunikasi yang lebih alami sesuai dengan konteks cerita. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena campur kode merupakan salah satu bentuk variasi bahasa yang mencerminkan realitas masyarakat multilingual. Hasil penelitian ini juga memiliki implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Novel Aroma Karsa dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk mengenalkan variasi bahasa dan kajian sosiolinguistik kepada peserta didik. Melalui analisis campur kode, siswa dapat memahami penggunaan bahasa sesuai konteks, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis karya sastra, serta menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia.
Copyrights © 2026