Air sumur gali masih menjadi sumber air yang banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kualitas air sumur dapat dipengaruhi oleh keberadaan sumber pencemar di sekitarnya, salah satunya septic tank. Jarak sumur yang terlalu dekat dengan septic tank berpotensi menyebabkan pencemaran bakteriologis, termasuk oleh bakteri Escherichia coli yang merupakan indikator pencemaran fekal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak sumur gali dengan septic tank terhadap keberadaan bakteri Escherichia coli pada air sumur gali di wilayah kerja Puskesmas Jambu Hilir, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jambu Hilir yang meliputi Kelurahan Jambu Hilir, Desa Amawang Kiri, Desa Amawang Kanan, dan Desa Baluti. Sampel penelitian berjumlah 33 sumur gali yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pemeriksaan bakteri Escherichia coli dilakukan di laboratorium, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 sampel (78,8%) terkontaminasi Escherichia coli dan 7 sampel (21,2%) tidak terkontaminasi. Selain itu, sebanyak 16 sumur (48,48%) memiliki jarak septic tank kurang dari 11 meter dari sumur. Hasil uji Fisher Exact memperoleh nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jarak sumur gali dengan septic tank terhadap keberadaan bakteri Escherichia coli. Dapat disimpulkan bahwa jarak sumur yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan berhubungan dengan meningkatnya risiko pencemaran Escherichia coli pada air sumur gali. Penerapan jarak aman antara sumur dan septic tank penting untuk menjaga kualitas air tanah. Selain itu, perbaikan sanitasi lingkungan diperlukan untuk menjamin keamanan dan kualitas air sumur gali.
Copyrights © 2026