Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan remaja putri yang tinggal di lingkungan sekitar, dalam membuat bros dari kain flanel, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran sederhana. Permasalahan utama mitra meliputi kurangnya keterampilan produksi, minimnya pengetahuan pemasaran, dan rendahnya kepercayaan diri untuk memulai usaha kecil. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan, dengan tahapan persiapan, edukasi, pelatihan inti pembuatan bros, serta evaluasi. Metode praktik langsung (learning by doing) digunakan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan motorik dalam membuat pola, memotong, merakit, dan finishing produk. Evaluasi dilakukan melalui observasi, penilaian produk, serta angket pretest-posttest terhadap 18 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek yang diukur: pemahaman konsep dasar meningkat 24 poin (58 menjadi 82), kemampuan praktik meningkat 25 poin (55 menjadi 80), dan kesiapan menerapkan hasil pelatihan meningkat 24 poin (60 menjadi 84). Peserta juga menunjukkan perubahan pola pikir dari sekadar peserta pelatihan menjadi calon pelaku usaha mikro, ditandai dengan upaya awal memasarkan produk melalui lingkungan sekitar dan media sosial. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu praktik dan perbedaan kemampuan antarpeserta, namun dapat diatasi melalui pendampingan intensif. Kegiatan ini disimpulkan berhasil mencapai tujuan dan direkomendasikan adanya pendampingan lanjutan terkait inovasi desain dan strategi pemasaran digital.
Copyrights © 2026