Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kapasitas VO2 Max atlet sprint 100 meter binaan Dispora Aceh yang berdampak pada kemampuan daya tahan dan kualitas pemulihan selama latihan maupun kompetisi. Salah satu metode latihan yang diyakini mampu meningkatkan kapasitas aerobik atlet adalah latihan interval. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval terhadap peningkatan VO2 Max pada atlet sprint 100 meter binaan Dispora Aceh serta mengetahui besarnya peningkatan VO2 Max sebelum dan setelah diberikan program latihan interval. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 10 atlet sprint 100 meter binaan Dispora Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test (Bleep Test) untuk mengukur nilai VO2 Max sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Program latihan interval diberikan selama beberapa kali pertemuan dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample t-test pada taraf signifikansi 0,05.v Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai VO₂Max atlet meningkat dari 15,10 ml/kgBB/menit pada saat pretest menjadi 18,90 ml/kgBB/menit pada saat posttest, dengan persentase peningkatan sebesar 25,17%. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. = 0,000 < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan interval memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan VO2 Max pada atlet sprint 100 meter binaan Dispora Aceh
Copyrights © 2026