Efisiensi tata letak gudang menentukan kelancaran aliran material, utilisasi peralatan, dan biaya pemenuhan pesanan. Gudang produk jadi PT DCP menghadapi perpindahan berulang karena aktivitas yang memiliki intensitas hubungan tinggi ditempatkan berjauhan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola perpindahan material, mengevaluasi ketidakefisienan tata letak eksisting, dan merancang tata letak usulan yang menurunkan jarak perpindahan serta ongkos penanganan material. Penelitian menggunakan studi kasus terapan dengan dominasi kuantitatif dan dukungan data kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran koordinat dan waktu, dokumentasi frekuensi perpindahan, serta wawancara dengan empat personel kunci gudang. Delapan titik aktivitas dianalisis menggunakan From To Chart sebagai metode utama, Activity Relationship Chart sebagai validasi kedekatan, jarak rectilinear, dan perhitungan ongkos penanganan material. Hasil menunjukkan bahwa tata letak eksisting menghasilkan total jarak perpindahan 7.260 meter dan biaya Rp62.775.000. Tata letak usulan menempatkan aktivitas berfrekuensi tinggi secara lebih berdekatan sehingga total jarak turun menjadi 3.905 meter dan biaya menjadi Rp33.766.535. Penghematan mencapai 3.355 meter dan Rp29.008.465, atau 46,2 persen. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi aliran kuantitatif dan kebutuhan kedekatan dapat menghasilkan rancangan gudang yang lebih efisien. Implikasinya, perusahaan perlu menerapkan relokasi bertahap, standardisasi lokasi produk, pengaturan jalur forklift, dan pemantauan jarak serta biaya secara periodik.
Copyrights © 2026