Pelayanan kefarmasian yang berkualitas tidak dapat mengabaikan kepuasan pasien sebagai indikator utama mutu layanan. Masalah yang sering ditemui dalam kualitas pelayanan kefarmasian adalah ketidakpuasan pasien, salah satu penyebabnya yaitu keterlambatan waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSIS Jemursari. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling terhadap pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi 1 RSIS Jemursari. Jumlah sampel sebanyak 96 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 83,3% pasien sangat puas terhadap kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien pada dimensi reliability (p-value=0,000), assurance (p-value=0,000), tangible (p-value=0,000), empathy (p-value=0,004), serta responsiveness (p-value=0,000). Kualitas pelayanan farmasi rawat jalan memiliki hubungan secara simultan dengan tingkat kepuasan pasien. Pasien menilai kualitas pelayanan sebagai satu kesatuan pengalaman yang utuh, bukan parsial per dimensi.
Copyrights © 2026