Budaya organisasi memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintahan, terutama pada tingkat administrasi terendah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, yaitu kantor kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi yang berkembang di Kantor Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, serta mengidentifikasi bagaimana budaya tersebut berkontribusi terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap satu informan kunci, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan Competing Values Framework dari Cameron dan Quinn serta model tiga tingkatan budaya organisasi dari Schein sebagai landasan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di Kantor Kelurahan Dayeuhluhur mencerminkan perpaduan antara Hierarchy Culture dan Clan Culture. Hierarchy Culture tercermin dari kepatuhan yang ketat terhadap Standar Operasional Prosedur, kedisiplinan kerja, dan pembagian tugas yang jelas, sedangkan Clan Culture tercermin melalui komunikasi terbuka, kerja sama antarpegawai, kepemimpinan partisipatif, penyelesaian masalah secara kolaboratif, dan penerapan prinsip 5S secara konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat. Perpaduan budaya tersebut memperkuat kedisiplinan, kerja sama tim, dan kualitas pelayanan, meskipun partisipasi masyarakat dalam beberapa program kelurahan masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara Hierarchy Culture dan Clan Culture mendukung pelayanan publik yang tertib, efektif, dan berorientasi pada masyarakat, serta merekomendasikan penguatan nilai organisasi secara berkelanjutan, sosialisasi yang lebih intensif, dan evaluasi berkala guna meningkatkan kinerja pelayanan di tingkat kelurahan
Copyrights © 2026