Perkerasan kaku banyak digunakan pada ruas jalan dengan volume kendaraan berat karena memiliki kekuatan struktural tinggi dan umur layan panjang, sehingga ketepatan desain tebal pelat menjadi kunci agar perkerasan mampu menahan beban lalu lintas selama umur rencana. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain tebal perkerasan kaku pada Ruas Jalan Semarang-Boja dan Ruas Jalan Ungaran-Cangkiran menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024, mengevaluasi respons mekanis strukturnya dengan software KENPAVE-KENSLABS, serta membandingkan hasil kedua pendekatan tersebut. Data primer berupa nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar hasil uji DCP dan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) hasil survei selama 42 jam digunakan bersama data sekunder identitas jalan dan peta lokasi. Analisis tebal perkerasan mengikuti prosedur MDP 2024, sedangkan evaluasi struktur menggunakan KENPAVE-KENSLABS untuk memperoleh tegangan maksimum, lendutan maksimum, dan indeks retak. Hasil penelitian menunjukkan kedua ruas jalan menghasilkan struktur Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) dengan tebal pelat masing-masing 235 mm pada Semarang-Boja dan 230 mm pada Ungaran-Cangkiran. Nilai fatigue pada kedua ruas sebesar 0,00%, sedangkan nilai erosi sebesar 94,10% pada Semarang-Boja dan 89,77% pada Ungaran-Cangkiran, keduanya masih di bawah batas 100% yang disyaratkan MDP 2024. Evaluasi KENPAVE-KENSLABS memperlihatkan tegangan dan lendutan pelat masih berada pada batas aman dengan indeks retak 0,00% untuk umur rencana lebih dari 40 tahun. Meskipun karakteristik lalu lintas dan kondisi tanah dasar kedua ruas berbeda, keduanya menghasilkan desain yang mampu memberikan kinerja struktural yang baik, dan kombinasi metode MDP 2024 dengan KENPAVE terbukti memberikan evaluasi yang lebih komprehensif karena menggabungkan pendekatan mekanistik-empiris dengan analisis respons mekanis struktur perkerasan.
Copyrights © 2026