Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam meningkatkan kinerja keuangan akibat rendahnya tingkat literasi keuangan dan belum optimalnya pengelolaan keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan dengan pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor Food and Beverage di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, serta pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan terbukti mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan belum secara langsung mampu meningkatkan kinerja keuangan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih optimal apabila diikuti dengan penerapan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan perlu menjadi perhatian bagi pelaku UMKM maupun pihak terkait dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam meningkatkan kinerja keuangan akibat rendahnya tingkat literasi keuangan dan belum optimalnya pengelolaan keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan dengan pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor Food and Beverage di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, serta pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan terbukti mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan belum secara langsung mampu meningkatkan kinerja keuangan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih optimal apabila diikuti dengan penerapan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan perlu menjadi perhatian bagi pelaku UMKM maupun pihak terkait dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026