Struktur permodalan dan efisiensi pemakaian aset kerap disebut sebagai penentu utama profitabilitas perusahaan, namun seberapa besar peran keduanya — bersama likuiditas — pada emiten transportasi Indonesia belum banyak diuji secara khusus. Riset ini mengisi celah tersebut dengan menelaah pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Asset Ratio (DAR), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Return on Asset (ROA), baik sendiri-sendiri maupun bersamaan, memakai pendekatan kuantitatif deskriptif-verifikatif atas laporan keuangan 6 emiten transportasi di Bursa Efek Indonesia periode 2017–2024 (48 unit observasi awal, menyusut menjadi 46 setelah dua data outlier disingkirkan). Uji t membuktikan DAR menekan ROA secara signifikan dan TATO justru mendorongnya naik secara signifikan, sementara CR tidak terbukti berpengaruh secara parsial. Ketiganya, saat diuji bersamaan lewat uji F, sama-sama signifikan menggerakkan ROA dengan koefisien determinasi 53,3%. Simpulannya, struktur permodalan dan efisiensi aset — dengan DAR sebagai faktor paling dominan — adalah dua hal yang perlu terus dijaga emiten transportasi demi menopang profitabilitasnya.
Copyrights © 2026