Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem persediaan bahan baku makanan di restoran La Montagne Coffee pada Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama dalam pengelolaan persediaan adalah ketidaksesuaian antara jumlah pembelian dan pemakaian bahan baku yang mengakibatkan pemborosan biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Narasumber dari penelitian ini meliputi manager restoran, akuntasi (keuangan) dan kichen (dapur). Data yang dikumpulkan meliputi jumlah pemakaian bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta frekuensi pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal yang lebih rendah dibandingkan metode perusahaan, yaitu 224 kg untuk selada, 356 kg untuk wortel, dan 1.682 ekor untuk daging ayam, dengan frekuensi pemesanan yang lebih efisien. Total biaya persediaan yang dikeluarkan dengan metode EOQ juga lebih rendah, menghasilkan penghematan sebesar Rp 2.590.215 untuk selada, Rp 3.306.232 untuk wortel, dan Rp 9.388.579 untuk daging ayam. Sehingga metode EOQ efektif dalam menekan biaya total persediaan dan meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku di restoran. This study aims to transform the raw material inventory system at La Montagne Coffee, located within the Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant, by implementing the Economic Order Quantity (EOQ) method. One of the critical challenges in inventory management is the gap between purchased quantities and actual raw material usage, which leads to substantial cost inefficiencies. Using a quantitative descriptive approach, this research utilizes effective data collection techniques, including insightful interviews, comprehensive observations, and meticulous documentation. Key insights are gathered from discussions with the restaurant manager, finance staff, and kitchen team, ensuring a thorough understanding of operational dynamics. The collected data reveals important factors such as raw material usage, ordering costs, storage expenses, and ordering frequency. The findings are noteworthy, demonstrating that the EOQ method yields a significantly lower optimal order quantity compared to the restaurant's current practices: 224 kg for lettuce, 356 kg for carrots, and 1,682 pieces for chicken, along with a more efficient ordering frequency. Additionally, the total inventory costs associated with the EOQ method are lower, resulting in savings of Rp 2,590,215 for lettuce, Rp 3,306,232 for carrots, and Rp 9,388,579 for chicken. So the EOQ method is effectively reduces total inventory costs and enhances the efficiency of raw material procurement in restaurants.
Copyrights © 2025