Irigasi tetes adalah salah satu metode irigasi modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan cara mengalirkan air secara perlahan dan konsisten langsung ke area perakaran tanaman. Kinerja sistem ini sangat ditentukan oleh pola pembasahan media tanam, yang dipengaruhi oleh sifat fisik tanah serta jumlah dan penyebaran air yang diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dan keseragaman pembasahan pada dua jenis media tanam, yaitu tanah liat dan pasir malang. Metode pembasahan yang digunakan adalah pembasahan dengan system irigasi tetes dengan 4 lateral dan 5 emiter. Air dialirkan selama 3 menit pada media tanam yang dikemas dalam plastik transparan, dan pola pembasahan dianalisis berdasarkan luas penampang dan kedalaman basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembasahan pada media tanah liat cenderung melebar secara horizontal dengan bentuk mendekati lingkaran. Pada media pasir malang, pola pembasahan dominan ke arah vertikal, membentuk pola seperti segitiga ke bawah akibat infiltrasi cepat. Keseragaman pembasahan (Coefficient of uniformity/CU) juga menunjukkan perbedaan. Nilai CU pada media tanah liat sebesar sekitar 78% (kategori cukup baik), sedangkan nilai CU pada media pasir malang sebesar sekitar 80% (kategori baik).
Copyrights © 2026