Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Vol 14 No 2 (2026): INPRESS

Pemetaan Risiko Longsor Berbasis Slope, Aspect, dan Curvature pada Agroindustri Tahu (Studi Kasus di Desa Sambak, Magelang)

Anak Agung Caresasha Adinda Dea (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana)
Ni Nyoman Sulastri (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana)
Ngadisih Ngadisih (2 Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia)
Ida Bagus Ary Purnayama Parbawa (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
Komang Ratih Indah Pradnyani (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia .)



Article Info

Publish Date
18 May 2026

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlanjutan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pada wilayah perbukitan. Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, merupakan kawasan dengan kondisi topografi curam yang berkembang sebagai sentra agroindustri tahu, sehingga memiliki tingkat risiko longsor yang perlu dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan risiko longsor sebagai dasar perencanaan mitigasi yang berkelanjutan bagi keberlangsungan agroindustri tahu di wilayah tersebut. Analisis dilakukan menggunakan data digital surface model (DSM) resolusi 0,45 m yang diolah untuk menghasilkan parameter kemiringan lereng (slope), arah hadap lereng (aspect), dan kelengkungan lereng (curvature). Metode frequency ratio (FR) digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan dan bahaya longsor berdasarkan hubungan antara parameter topografi dan kejadian longsor, sedangkan variabel kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity) dianalisis menggunakan interpolasi inverse distance weighted (IDW). Seluruh pengolahan data spasial dilakukan dengan perangkat lunak QGIS 3.18. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam tiga kelas risiko longsor, yaitu risiko rendah, sedang, dan tinggi. Sebagian besar lokasi agroindustri tahu berada pada kelas risiko sedang, sementara dua lokasi teridentifikasi berada pada kelas risiko tinggi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya mitigasi yang terarah guna menjaga keberlanjutan usaha agroindustri serta mengurangi potensi kerugian akibat bencana longsor.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BETA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, ...