Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlanjutan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya pada wilayah perbukitan. Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, merupakan kawasan dengan kondisi topografi curam yang berkembang sebagai sentra agroindustri tahu, sehingga memiliki tingkat risiko longsor yang perlu dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan risiko longsor sebagai dasar perencanaan mitigasi yang berkelanjutan bagi keberlangsungan agroindustri tahu di wilayah tersebut. Analisis dilakukan menggunakan data digital surface model (DSM) resolusi 0,45 m yang diolah untuk menghasilkan parameter kemiringan lereng (slope), arah hadap lereng (aspect), dan kelengkungan lereng (curvature). Metode frequency ratio (FR) digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan dan bahaya longsor berdasarkan hubungan antara parameter topografi dan kejadian longsor, sedangkan variabel kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity) dianalisis menggunakan interpolasi inverse distance weighted (IDW). Seluruh pengolahan data spasial dilakukan dengan perangkat lunak QGIS 3.18. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam tiga kelas risiko longsor, yaitu risiko rendah, sedang, dan tinggi. Sebagian besar lokasi agroindustri tahu berada pada kelas risiko sedang, sementara dua lokasi teridentifikasi berada pada kelas risiko tinggi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya mitigasi yang terarah guna menjaga keberlanjutan usaha agroindustri serta mengurangi potensi kerugian akibat bencana longsor.
Copyrights © 2026