Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perpindahan panas dan perpindahan massa melalui pendekatan matematika pada alat penyimpanan bibit kentang sistem para – para dengan aliran udara paksa. Parameter yang diamati antara lain suhu bahan, suhu udara, dan kelembaban udara. Berdasarkan hasil pengamatan selama 63 hari, kenaikan kelembaban udara di masing – masing rak yang bervariasi antara, 0.306 – 0,636 uap air/kg udara, dengan penurunan kadar air 0,05% – 0,49%. Aliran udara secara paksa mencapai kecepatan, 0,73 m/det – 2,16 m/det. Berdasarkan analisis neraca massa, kelembaban udara relatif, 75,17% – 80,85%. Sedangkan pada neraca energi panas hilang ke lingkungan dengan pendekatan model matematik persamaan empiris QL = Qp - QӨ - QU, membuang panas mencapai, 798,794 watt/det – 275,0968 watt/det dan mampu menyediakan oksigen yang baik, dengan suhu berkisaran antara, 30,49ºC – 30,02ºC. Berdasarkan fenomena panas respirasi hasil perhitungan persamaan matematika, menunjukan tinggi rak mempengarui perpindahan panas yang dialami umbi kentang. Terlihat pada ketinggian rak ke- 3, jika diukur dari dasar rak memiliki tinggi 75cm, menunjukan panas, 529,843 watt dengan perubahan panas relatif berkisar, 19,7 watt/det – (-5,3 watt/det). Sedangkan rak ke- 5, dengan tinggi rak 125cm, menunjukan panas, 523,883 watt dengan perubahan panas relative berkisar, 16,8 watt/det – (-4,8 watt/det) pada rak- 5.
Copyrights © 2023