Public interest in waqf-based life insurance products in Indonesia remains low, despite their significant potential to enhance Islamic financial inclusion and strengthen community empowerment. This study aims to formulate effective strategies to increase public interest by identifying key determinants and establishing strategic priorities based on expert consensus. A mixed-methods exploratory design was employed, integrating the Delphi method and the Analytic Network Process (ANP). The Delphi process involved three rounds with experts from MUI, BWI, and IAEI to reach consensus on strategic factors influencing public interest. The high Kendall’s W value of 0.977 indicated strong agreement among experts. The validated Delphi results were further analyzed using ANP with five expert respondents to identify factor weights and interrelations. The ANP results revealed that accessibility was the most influential factor (global weight: 0.434), followed by socialization and education (0.215), public understanding (0.207), and trust and certainty (0.145). The findings align with Renninger and Hidi’s Interest Theory, which distinguishes between situational and individual interest, and Kotler and Keller’s consumer decision-making model emphasizing value-based purchasing behavior. Practically, the study provides actionable recommendations for Islamic insurance institutions, regulators, and waqf authorities to design more effective policies that strengthen public participation and expand the Islamic finance ecosystem in Indonesia. Minat masyarakat terhadap produk asuransi jiwa berbasis wakaf (waqf insurance) di Indonesia masih rendah, meskipun produk ini memiliki potensi untuk memperluas inklusi keuangan syariah dan memperkuat pemberdayaan sosial umat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan minat masyarakat dengan mengidentifikasi faktor-faktor penentu dan menetapkan prioritas strategis berdasarkan konsensus para ahli. Penelitian ini menggunakan desain eksploratori dengan pendekatan campuran, yang mengintegrasikan metode Delphi dan Analytic Network Process (ANP). Proses Delphi dilakukan dalam tiga putaran dengan melibatkan para ahli dari MUI, BWI, dan IAEI untuk mencapai konsensus mengenai faktor-faktor strategis yang memengaruhi minat masyarakat. Nilai Kendall’s W yang tinggi (0,977) menunjukkan tingkat kesepakatan yang kuat antarresponden ahli. Hasil akhir dari Delphi kemudian dianalisis menggunakan ANP dengan lima responden ahli untuk menentukan bobot dan keterkaitan antar faktor. Hasil ANP menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah aksesibilitas (bobot global: 0,434), diikuti oleh sosialisasi dan edukasi (0,215), pemahaman masyarakat (0,207), serta kepercayaan dan kepastian (0,145). Temuan ini selaras dengan Interest Theory dari Renninger dan Hidi, yang membedakan antara minat situasional dan individual, serta model pengambilan keputusan konsumen dari Kotler dan Keller yang menekankan perilaku pembelian berbasis nilai. Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi lembaga asuransi syariah, regulator, dan otoritas waqf dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat partisipasi publik dan memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Copyrights © 2025